KOTA GORONTALO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) melaksanakan langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan keagamaan. Kepala Seksi PD Pontren, Arfan Djaini, bersama tim terjun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait program unggulan di lembaga-lembaga keagamaan, Selasa (7/4/2026).
Fokus utama monev kali ini meliputi program peningkatan jumlah Santri Kehasan Agama serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah, dan Lembaga Pendidikan Qur’an (LPQ) di wilayah Kota Gorontalo.
Dalam prosesnya, tim menggunakan instrumen kuesioner terukur yang mencakup identitas lembaga serta berbagai indikator penilaian penting. Indikator tersebut meliputi kebijakan lembaga, penerapan proses pembelajaran yang ramah anak, hingga kualitas hubungan harmonis antara guru dan santri dengan skala penilaian 1 hingga 5.
Arfan Djaini menjelaskan bahwa evaluasi ini sangat krusial untuk memotret sejauh mana nilai-nilai kasih sayang dan karakter diterapkan dalam lingkungan pendidikan pesantren. Ia menekankan bahwa hubungan yang harmonis antara pendidik dan santri merupakan kunci terciptanya ekosistem belajar yang kondusif.
"Melalui monev ini, kami berharap implementasi kurikulum berbasis cinta dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter yang luhur," pungkas Arfan.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lembaga keagamaan di Kota Gorontalo untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, hangat, dan berorientasi pada pengembangan karakter santri.